Segala daya upaya telah kita lakukan, demi mengisi apa yang kita sebut dengan proses “hidup”. Janganlah menjadi orang yang pasif dan juga jangan terlalu angkuh menantang hakikatnya,dengan berusaha mendatangi hingga berdialektika di idea tempatnya bersembunyi selama ini.
Tak dapat dipungkiri memang, jika kita pada akhirnya harus tunduk begitu saja, karena keterbatasan akal. Manusia memang potensial untuk mengerahkan segala logikanya dan mengeksplorasi diri, namun saat telah menemui kebuntuan dan membutuhkan suatu pengharapan, berarti itulah kemampuan akal yang merupakan hasil dari materi otak yang tidak kekal lagi rapuh akan serangan antitesis setiap saat